Kamis, 16 Juni 2011

JENIS-JENIS TANAH


  1. Tanah Aluvial
     Tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengedap di dataran rendah. Tanah ini disebut juga tanah endapan atau recent deposits, yang belum memiliki perkembangan profil yang baik. Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai. Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai
    Ciri-ciri Tanah Aluvial :
    • Warna tanah: kekelabu-kelabuan sampai kecoklat-coklatan
    • Tekstur: tanah yaitu liat atau liat berpasir dengan kandungan pasir kurang dari 50%.
    • Struktur: tanah yaitu pejal atau tanpa struktur.
    • Konsistensinya: keras waktu kering dan teguh pada waktu lembap.
    • Permeabilitas nya :pada umumnya lambat atau drainesenya rata-rata sedang dan cukup peka terhadap erosi
    • Keasaman tanah (PH Ttanah), bervariasi dari asam netral samapi basa.
    • Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai, seperti misalnya, di Kerawang, Indramayu, Delta Brantas.  
      2. Tanah Mediteran Merah Kuning
      Gambar tanah mideteran merah kuning



      Tanah jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). Penyebaran di daerah beriklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian di bawah 400 m. Warna tanah cokelat hingga merah. Khusus tanah mediteran merah kuning di daerah topografi karst disebut ”Terra Rossa”.

     

    Ciri-ciri Tanah Mediteran Merah Kuning:

  2. Warna: Coklat sampai merah.
  3. Struktur: Gumpal sampai gumpal bersudut.
  4. Tekstur: bervariasi yaitu lempung sampai liat.
  5. Konsistensi: Gembur sampai teguh.
  6. Permeabilitas: Sedang, daya menahan air juga sedang.
  7. Keasaman tanah (PH): Sekitar 6,0-7,5 adalah netral.
  8. Bahan induk: Batu kapur, batu endapan, dan tuf vukanik. Bahan organik: Rendah sampai sangat rendah.
  9. Topografi: Dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air.
  10. Sifat fisik: Sedang sampai baik, sifa kimia baik.
  11. Unsur hara: Tinggi.
  12. Horizon: Horizon tidak begitu jelas.
  13. Curah hujan: Curah hujannya berkisar 750-2500 mm pertahun.
  14. Tumbuhan: Pertanian (padi), dan perkebunan (buah - buahan).
  15. Penyebaran: Sulawesi Tenggara dan selatan, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, terdapat juga di Jawa, Tengah dan Jawa Timur. Luas seluruhnya sekitar kira-kira 15,5 juta hektar. 

    3. Tanah Podsolik Merah Kuning
     
    Tanah podsolik adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin. Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih 2.500 mm/ tahun. Tekstur lempung hingga berpasir, kesuburan rendah hingga sedang, warna merah, dan kering.
Ciri-cir Tanah Podsolik Merah Kuning :
  1. Warna tanah kemerah-merahan sampai kuning atau kekuning-kuningan.
  2. Tekstur tanah lempung sampai liat, kebanyakan lempung berliat.
  3. Struktur tanah B horizonnya adalah gumpal.
  4. Konsistensi tanah gempur bagian atas, teguh bagia bawah.
  5. Permeabilitas tanah infiltrasi, dan perkolasinya sedang sampai lambat.
  6. Keasaman tanah (PH tanah) nya sangat rendah yaitu antara 4-5,5.
  7. Kandungan tanah organik kurang 9%, dan kandungan unsur hara seperti N, P, dan K sekitar 5%.
  8. Solum tanahnya agak tebal sekitar 90-180 cm dengan batas-batas antara horizon yang nyata.
  9. Sifat fisik tanah mantap dengan stabilitas agregat kurang.
  10. Sifat kimia kurang baik.
  11. Pembentukan struktur baik akan tetapi tidak mantap.
  12. Produktivitas tanah adalah rendah sampai sedang,
  13. Tanah ini mudah terkena bahaya erosi akibat gerakan air
  14. Kandungan mineral lait kaolinitnya tinggi.
      Penyebaran tanahnya yaitu di sepanjang sungai-sungai besar yang terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya, dan pelembaha-pelembahan serta dataran tinggi. Daerah-daerah dataran dengan kemiringan kurang dari 15% (0-3%,3-8%, 8-15%) di Indonesia seluruhnya berjumlah atau seluas kurang lebih 34,6 juta hektar. Jenis tanah yang paling luas adalah podsolik merah kuning yaitu, seluas kurang lebih 20,9 juta hektar.
Bentuk wilayahnya adalah datar sampai agak melandai, oleh sebab itu sifat kimia dan fisiknya sangat bervariasi, banyak tergantung kepada bahan induk dan letak topografinya. 
4. Tanah Andosol
Gambar tanah Andosol
Tanah Andosol adalah tanah yang berbahan induk abu volkan, merupakan tanah yang relative muda dibandingkan latosol dan podsolik, yang sifat-sifatnya sangat ditentukan oleh mineral liat yang dikandungnya yaitu alofan yang bersifat amorf. Tanah ini mempunyai horizon A1 tebal yang berwarna hitam karena kaya bahan organic, tetapi tidak mempunyai horizon A2, dengan horizon B berwarna kuning pucat, coklat kekuningan atau coklat diikuti dengan endapan abu volkan terlapuk sampai ke horizon C. umumnya mempunyai kejenuhan basa relative rendah tetapi mempunyai Al dapat ditukar relative tinggi. Terbawa oleh sifat mineral liat dominan yang dimilikinya maka andosol mempunyai sifat tiksotrofik, mempunyai kemampuan mengikat air besar, bobot isi rendah, gembur, tidak plastis, dan tidak lengket serta kemampuan fiksasi fosfat yang tinggi.
 
Ciri-cirinya Tanah Andosol: 
  1. Warna: Coklat, abu-abu samapi hitam.
  2. Struktur: remah.
  3. Tekstur: Geluh hingga debu.
  4. Porositas: Tinggi.
  5. Konsistensi: Gembur.
  6. Permeabilitas: Cepat.
  7. Keasaman tanah (PH): Asam sampai netral (5,0-7,0)
  8. Bahan induk: Abu atau tuf vulkan. Bahan organik: Tinggi antara 11-20%.
  9. Topografi: Bervariasi dari 15-2000 meter diatas permukaan laut, dengan bentuk wilayah dari datar, bergelomnbang, berbukit sampai bergunung.
  10. Sifat fisik: Baik . Sifa kimianya juga baika.
  11. Unsur hara: Sedang sampai tinggi.
  12. Horizon: Mempunyai horizon A1 tebal.
  13. Curah hujan: Tinggi sekali sekitar 2500-6500 mm/tahun.
  14. Tumbuhan: Hutan hujan tropis, bambu, dan rumput. Sedangkan tanamannya berupa perkebunan kina, teh, kopi, sayuran, dan kentang..
  15. Penyebaran: Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, dan Minahasa.
 



 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar