Minggu, 19 Juni 2011

Jenis-Jenis Erosi

Gambar hasil erosi angin 
Gambar hasil air Sungai

Erosi adalah proses pengikisan permukaan bumi yang disebkan oleh air mengalir, gelombang, es, dan angin.

Fakto-faktor penyebab erosi
a. Air yang mengalir atau air hujan.
b. Gelombang dan arus.
c. Air tanah yang bergerak dalam pori-pori tanah.
d. Gletser, yaitu masa es yang bergerak berlahan-lahan dilereng gunung.
e. Angin, adanya iklim topografi, tanaman, tanah, dan manusia.
 Jenis- jenis erosi

 1. Erosi oleh air adalah kegiatan pengikisan yang dilakukan oleh air mengalir (stream).
    Baik air sungai maupun air laut (abrasi). Hal ini terlihat dalam berbagai cara:
a. Pelarutan (solution), yakni air melakukan kegiatan pelarutan apabila dia mengalir
   melewati batua-batuan. Tingkat pelarutan. Berbeda-beda bergantung pada kejernihan air dan solubilitas batuan.
b. Kegiatan hidraudik artinya, efek angkut dan angkat air mengalir (corration).
c. Impaction (pukulan), artinya pukulan terhadap dasar sungai atau pinggir oleh batuan-batua bongkah, terbawa disaat sungai banjir.
 2. Erosi oleh angin disebut deflasi, terutama terjadi di daerah-daerah kering, seperti
    gurun. Kekuatan angin menjadi faktor yang penting dalam perombakan muka bumi, yaitu mengikis dan membangun bentuk-bentuk muka bumi. Batuan yang mengalami pelapukan dikikis dan diangkut oleh angin. Apabila kekuatan angin mulai melemah, bahan-bahan yang diangkut mulai diendapkan.
           Disamping deflasi, di gurun juga terjadi korasi yaitu angin yang mengangkut pasir dengan kerasnya mengikis batuan-batuan di daerah tersebut. Pengikisan semacam ini akan mengasah dan mengikis batuan yang kuat.
 3. Erosi (pengikisan) gletser disebut glasial atau eksarasi. Glesial adalah lapisan es yang bergerak secara perlahan menuruni lembah di lereng pegunungan akibat gaya beratnya sendiri. Karena gerakan gletser ini maka akan terjadi pengikisan terhadap dasar dan samping kanan-kiri lembah tersebut. Puing-puing hasil kikisan glstser tersebut akhirnya diendapkan pada ujung gletser pada saat gletser mulai mencair. Endapan oleh gletser disebut moraine.
Dampak positif erosi 
a. Memerluas luas daratan bumi
Erosi yang terjadi di daerah pegunungan materialnya akan dibawa ke laut dan mengendap di dasar laut. Peristiwa seperti ini telah berlangsung jutaan tahun lamanya sehingga endapan yang terbentuk semakin tebal dan luas yang akhirnya membentuk dataran.
Banyak dataran yang terbentuk dari hasil erosi dan pengendapan seperti pantai timur Sumatra, pantai utara Jawa, dan lain-lain. Dataran yang terbentuk dari hasil pengendapan ini disebut tanah aluvial.
b. Memperdekat barang-barang tambang kepermukaan bumi.
Dengan adanya erosi dalam waktu yang sangat lama (jutaan tahun) terhadap pegunungan yang mengandung barang-barang tambang dan mineral makin lama makin rendah sehigga barang tambang yang ada di dalamnya semakin dekat ke permukaan bumi, dan akhirnya berada di permukaan bumi.
Dampak negatif erosi
a. Kesuburan tanah semakin berkurang karena anah yang subur di permukaan bumi
terus megalami erosi setiap hujan urun.
b. Hasil erosi yang diendapkan (sedimentasi) di muara –muara sungai menyebabkan
pedangkalan di muara sungai, akibatnya sungai menjadi banjir ketika musim hujan. Hal ini terjadi karena arus sungai yang mengalir mengalami hambatan di muara sungai.
c. Abrasi (erosi/pengikisan akibat aiar laut) di pantai-pantai menyebabkan dataran
dekat garis pantai hilang dihantam ombak. Rimah-rumah di pinggir pantai banyak
yang hancur oleh abrasi.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar