Kamis, 16 Juni 2011

PLANET

Planet merupakan benda langit yang mengorbit mengelilingi bintang. Planet mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat).
Dalam sistem tata surya planet saat ini dikenal ada sembilan buah planet yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Dari kesembilan planet tersebut Yupiter merupakan planet terbesar. Jupiter mempunyai massa 1.8986×1027 kg. Massa Jupiter tersebut 317 kali lebih besar daripada massa bumi. Diameter Jupiter adalah 142,984 km.

Kepariwisataan dan Pariwisata


 

           Tempat wisata merupakan obyek yang dijadikan sebagai salah satu cara yang dikukan seorang untuk mencari ketenangan, kesenangan, kebahagiaan dilain jam kerja, ataupun liburan bersama sahabat, rekan kerja, keluarga, dan lainaya. Suatu obyek pariwisata harus memenuhi tiga kriteria agar obyek tersebut diminati pengunjung,yaitu: :
  1. Something to see adalah obyek wisata tersebut harus mempunyai sesuatu yang bisa di lihat atau di jadikan tontonan oleh pengunjung wisata. Dengan kata lain obyek tersebut harus mempunyai daya tarik khusus yang mampu untuk menyedot minat dari wisatawan untuk berkunjung di obyek tersebut.
  2. Something to do adalah agar wisatawan yang melakukan pariwisata di sana bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk memberikan perasaan senang, bahagia, relax berupa fasilitas rekreasi baik itu arena bermain ataupun tempat makan, terutama makanan khas dari tempat tersebut sehingga mampu membuat wisatawan lebih betah untuk tinggal di sana.
  3. Something to buy adalah fasilitas untuk wisatawan berbelanja yang pada umumnya adalah ciri khas atau icon dari daerah tersebut, sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. (Yoeti, 1985, p.164).
    Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata (Yoeti, 1997, p.194). Wisata merupakan suatu kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Sedangkan wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata.
    “Tourism is an integrated system and can be viewed in terms of demand and supply. The demand is made up of domestic and international tourist market. The supply is comprised of transportations, tourist attractions and activities, tourist facilities, services and related infrastructure, and information and promotion. Visitors are defined as tourist and the remainder as same-day visitors”.Pada garis besarnya, definisi tersebut menunjukkan bahwa kepariwisataan memiliki arti keterpaduan yang di satu sisi diperani oleh faktor permintaan dan faktor ketersediaan. Faktor permintaan terkait oleh permintaan pasar wisatawan domestik dan mancanegara. Sedangkan faktor ketersediaan dipengaruhi oleh transportasi, atraksi wisata dan aktifitasnya, fasilitas-fasilitas, pelayanan dan prasarana terkait serta informasi dan promosi.
    b. Pariwisata
    Menurut definisi yang luas pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.
    Suatu perjalanan dianggap sebagai perjalanan wisata bila memenuhi tiga persyaratan yang diperlukan, yaitu : (dikutip dari Ekonomi Pariwisata, hal 21).
    a. Harus bersifat sementara
    b. Harus bersifat sukarela (voluntary) dalam arti tidak terjadi karena dipaksa.
    c. Tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan upah ataupun bayaran.

    Pariwisata adalah keseluruhan fenomena (gejala) dan hubungan-hubungan yang ditimbulkan oleh perjalanan dan persinggahan manusia di luar tempat tinggalnya. Dengan maksud bukan untuk tinggal menetap dan tidak berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan upah.




Pencemaran air akibat limbah pertanian.


         Limbah pertanian dapat berasal dari limbah hewan, pupuk, maupun pestisida. Pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen. Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya. Pestisida mempunyai sifat relatif tidak larut dalam air, tetapi mudah larut dan cenderung konsentrasinya meningkat dalam lemak dan sel-sel tubuh mahluk, ini dinamakan Biological Amplification sehingga apabila masuk dalam rantai makanan konsentrasinya makin tinggi dan yang tertinggi adalah pada konsumen puncak. Contohnya ketika di dalam tubuh ikan kadarnya 6 ppm, di dalam tubuh burung pemakan ikan kadarnya naik menjadi 100 ppm dan akan meningkat terus sampai konsumen puncak. 
Dampak limbah pertanian yang berasal dari pupuk dan pestisida
          Pestisida maupun pupuk yang digunakan pada lahan pertanian dapat terbawa aliran air hujan, sebagian residu pestisida ataupun pupuk yang merupakan kontaminan akan meresap ke dalam tanah dan mencemari air tanah. Ancaman bahaya pestisida telah menjadi perhatian dunia sejak tahun 1962, residu pestisida mempunyai efek yang sangat merugikan bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang, diantaranya dapat menyebabkan kanker, cacat, gangguan sistem syaraf, gangguan sistem reproduksi, serta gangguan sistem kekebalan tubuh. Pestisida golongan organoklorin membutuhkan waktu yang lama untuk terdegradasi sehingga sangat berpotensi berada dalam air tanah.
Selain pestisida pupuk juga dapat mencemari air tanah. Pupuk mengandung senyawa ammonia dan unsur nitrogen yang larut dalam air. Nitrogen yang masuk ke dalam air kemudian meresap ke dalam tanah. Semua zat ber-N akan teroksidasi menjadi nitrat (NO3-). Nitrat akan menghambat darah melepaskan oksigen ke sel-sel tubuh. Sekali nitrat masuk kedalam sistim peredaran darah, penderita dapat mengalami kekurangan oksigen dalam tubuhnya. Penyakit ini dikenal sebagai Baby Blue Syndrome yang dapat menjadi penyebab kematian bagi bayi dibawah umur 3 bulan.
         Solusi pencemaran air akibat limbah pertanian
      Mengenai limbah pertanian. Perlu kesadaran dari semua lapisan masyarakat khususnya para  petani supaya berlaku bijak dengan limbah pertanian yang dihasilkannya.Dan semua itu hanya bisa diwujudkan dengan sebuah tindakan kecil sebagai awalnya yaitu dengan memulai dari diri sendiri.

 
  

 
 

Pemantauan Kualitas Air Dimadura

Pengendalian pencemaran air di wilayah kerja UPT PSDAWS Madura. Kegiatan ini dilakukan dengan maksud tercapainya peruntukan dan baku mutu air sesuai dengan golongan yang telah ditetapkan. Pengendalian pencemaran air dilakukan dengan mengambil air pada tiap titik secara rutin bulanan guna tercapainya peruntukan dan baku mutu air sesuai dengan golongan yang telah ditetapkan. Dengan meningkatnya kegiatan manusia, akan meningkat pula kebutuhan akan air yang cenderung meningkatkan pada jumlah dan kandungan limbah yang dibuang, wadah air yang ada terutama sungai, danau dan waduk, saat ini yang masih merupakan tempat pembuangan air limbah, baik limbah padat maupun limpah cair yang sudah diolah maupun yang belum, sudah barang tentu menurunkan kualitas air, jika tingkat pencemaran sudah melampaui daya dukung atau daya lenting kadar air untuk terjadinya proses pemurnian sendiri maka akan mengakibatkan dampak serius terhadap kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem.
Didalam pengembangan pengelolaan air dan sumber-sumber, sangat dibutuhkan adanya data dengan periode waktu yang cukup panjang, baik menyangkut kuantitas air maupun kualitas air, untuk melindungi kepentingan pengguna air yang bermacam-macam tersebut serta untuk pelestarian sumber-sumber air, maka perlu diadakan pemantauan kualitas air yang berkelanjutan agar terhindar dari pencemaran yang sangat tidak diharapkan.
a.    Monitoring kualitas air
Monitoring kualitas air badan air (ABA) pada sungai-sungai saluran pembuang dan saluran irigasi di wilayah sungai Madura ditinjau dari parameter BOD, COD, DO temperatur, PH, TSS dan kekeruhan serta berdasarkan pada penggolongan dan baku mutu air di Jawa Timur, sebagian masih tercemar akibat limbah domestik sedangkan sebagian sudah dapat menunjang penyediaan air baku dengan kualitas sebagaimana yang disyaratkan
b.    Publikasi data kualitas air
Publikasi data kualitas air dibuat sesuai hasil pantauan kualitas air secara rutine bulanan dilakukan untuk memperoleh pedoman kerja dalam melaksanakan sehari-hari pengendalian kualitas air pada sumber-sumber di wilayah UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Madura.
Tujuan adalah sebagai petunjuk untuk mendapatkan data kualitas air pada sumber-sumber air dan sumber pencemaran sehingga dapat memberikan informasi teknis dalam rangka pelaksanaan pengendalian masuknya beban pencemaran kedalam wadah-wadah air.
Titik pantau kualitas air di wilayah BPSDAWS Madura adalah :
-    Kali Semajid Kab. Pamekasan             :    2    titik pantau.
-    Kali Kemuning Kab. Sampang             :    2    titik pantau
-    Kali Klampis Kab. Sampang                :    1    titik pantau
-    Kali Panyiburan Kab. Sampang            :    1    titik pantau
-    Kali Blega Kab. Bangkalan                   :    1    titik pantau
-    Kali Sumber Pocong Kab. Bangkalan    :    1    titik pantau
-    Kali Bangkalan Kab. Bangkalan             :    2    titik pantau

JENIS-JENIS TANAH


  1. Tanah Aluvial
     Tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengedap di dataran rendah. Tanah ini disebut juga tanah endapan atau recent deposits, yang belum memiliki perkembangan profil yang baik. Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai. Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai
    Ciri-ciri Tanah Aluvial :
    • Warna tanah: kekelabu-kelabuan sampai kecoklat-coklatan
    • Tekstur: tanah yaitu liat atau liat berpasir dengan kandungan pasir kurang dari 50%.
    • Struktur: tanah yaitu pejal atau tanpa struktur.
    • Konsistensinya: keras waktu kering dan teguh pada waktu lembap.
    • Permeabilitas nya :pada umumnya lambat atau drainesenya rata-rata sedang dan cukup peka terhadap erosi
    • Keasaman tanah (PH Ttanah), bervariasi dari asam netral samapi basa.
    • Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai, seperti misalnya, di Kerawang, Indramayu, Delta Brantas.  
      2. Tanah Mediteran Merah Kuning
      Gambar tanah mideteran merah kuning



      Tanah jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). Penyebaran di daerah beriklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian di bawah 400 m. Warna tanah cokelat hingga merah. Khusus tanah mediteran merah kuning di daerah topografi karst disebut ”Terra Rossa”.

     

    Ciri-ciri Tanah Mediteran Merah Kuning:

  2. Warna: Coklat sampai merah.
  3. Struktur: Gumpal sampai gumpal bersudut.
  4. Tekstur: bervariasi yaitu lempung sampai liat.
  5. Konsistensi: Gembur sampai teguh.
  6. Permeabilitas: Sedang, daya menahan air juga sedang.
  7. Keasaman tanah (PH): Sekitar 6,0-7,5 adalah netral.
  8. Bahan induk: Batu kapur, batu endapan, dan tuf vukanik. Bahan organik: Rendah sampai sangat rendah.
  9. Topografi: Dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air.
  10. Sifat fisik: Sedang sampai baik, sifa kimia baik.
  11. Unsur hara: Tinggi.
  12. Horizon: Horizon tidak begitu jelas.
  13. Curah hujan: Curah hujannya berkisar 750-2500 mm pertahun.
  14. Tumbuhan: Pertanian (padi), dan perkebunan (buah - buahan).
  15. Penyebaran: Sulawesi Tenggara dan selatan, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, terdapat juga di Jawa, Tengah dan Jawa Timur. Luas seluruhnya sekitar kira-kira 15,5 juta hektar. 

    3. Tanah Podsolik Merah Kuning
     
    Tanah podsolik adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin. Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih 2.500 mm/ tahun. Tekstur lempung hingga berpasir, kesuburan rendah hingga sedang, warna merah, dan kering.
Ciri-cir Tanah Podsolik Merah Kuning :
  1. Warna tanah kemerah-merahan sampai kuning atau kekuning-kuningan.
  2. Tekstur tanah lempung sampai liat, kebanyakan lempung berliat.
  3. Struktur tanah B horizonnya adalah gumpal.
  4. Konsistensi tanah gempur bagian atas, teguh bagia bawah.
  5. Permeabilitas tanah infiltrasi, dan perkolasinya sedang sampai lambat.
  6. Keasaman tanah (PH tanah) nya sangat rendah yaitu antara 4-5,5.
  7. Kandungan tanah organik kurang 9%, dan kandungan unsur hara seperti N, P, dan K sekitar 5%.
  8. Solum tanahnya agak tebal sekitar 90-180 cm dengan batas-batas antara horizon yang nyata.
  9. Sifat fisik tanah mantap dengan stabilitas agregat kurang.
  10. Sifat kimia kurang baik.
  11. Pembentukan struktur baik akan tetapi tidak mantap.
  12. Produktivitas tanah adalah rendah sampai sedang,
  13. Tanah ini mudah terkena bahaya erosi akibat gerakan air
  14. Kandungan mineral lait kaolinitnya tinggi.
      Penyebaran tanahnya yaitu di sepanjang sungai-sungai besar yang terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya, dan pelembaha-pelembahan serta dataran tinggi. Daerah-daerah dataran dengan kemiringan kurang dari 15% (0-3%,3-8%, 8-15%) di Indonesia seluruhnya berjumlah atau seluas kurang lebih 34,6 juta hektar. Jenis tanah yang paling luas adalah podsolik merah kuning yaitu, seluas kurang lebih 20,9 juta hektar.
Bentuk wilayahnya adalah datar sampai agak melandai, oleh sebab itu sifat kimia dan fisiknya sangat bervariasi, banyak tergantung kepada bahan induk dan letak topografinya. 
4. Tanah Andosol
Gambar tanah Andosol
Tanah Andosol adalah tanah yang berbahan induk abu volkan, merupakan tanah yang relative muda dibandingkan latosol dan podsolik, yang sifat-sifatnya sangat ditentukan oleh mineral liat yang dikandungnya yaitu alofan yang bersifat amorf. Tanah ini mempunyai horizon A1 tebal yang berwarna hitam karena kaya bahan organic, tetapi tidak mempunyai horizon A2, dengan horizon B berwarna kuning pucat, coklat kekuningan atau coklat diikuti dengan endapan abu volkan terlapuk sampai ke horizon C. umumnya mempunyai kejenuhan basa relative rendah tetapi mempunyai Al dapat ditukar relative tinggi. Terbawa oleh sifat mineral liat dominan yang dimilikinya maka andosol mempunyai sifat tiksotrofik, mempunyai kemampuan mengikat air besar, bobot isi rendah, gembur, tidak plastis, dan tidak lengket serta kemampuan fiksasi fosfat yang tinggi.
 
Ciri-cirinya Tanah Andosol: 
  1. Warna: Coklat, abu-abu samapi hitam.
  2. Struktur: remah.
  3. Tekstur: Geluh hingga debu.
  4. Porositas: Tinggi.
  5. Konsistensi: Gembur.
  6. Permeabilitas: Cepat.
  7. Keasaman tanah (PH): Asam sampai netral (5,0-7,0)
  8. Bahan induk: Abu atau tuf vulkan. Bahan organik: Tinggi antara 11-20%.
  9. Topografi: Bervariasi dari 15-2000 meter diatas permukaan laut, dengan bentuk wilayah dari datar, bergelomnbang, berbukit sampai bergunung.
  10. Sifat fisik: Baik . Sifa kimianya juga baika.
  11. Unsur hara: Sedang sampai tinggi.
  12. Horizon: Mempunyai horizon A1 tebal.
  13. Curah hujan: Tinggi sekali sekitar 2500-6500 mm/tahun.
  14. Tumbuhan: Hutan hujan tropis, bambu, dan rumput. Sedangkan tanamannya berupa perkebunan kina, teh, kopi, sayuran, dan kentang..
  15. Penyebaran: Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, dan Minahasa.
 



 
 

Mobilitas Pendudu


           Mobilitas Penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain atau dari suatu tempat ke tempat lain, misalnya perpindahan penduduk dari desa ke kota dan sebaliknya, perpindahan penduduk dari propinsi satu ke propinsi lain, dari pulau satu kepulau lain, dan dari negara ke negara lain.
  
Secara garis besar pola mobilitas penduduk adalah sebagai berikut.
  1. Mobilitas Penduduk Tidak Permanen
Mobilitas Penduduk Tidak Permanen adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ketempat lain yang tidak bertujuan untuk menetap, hanya bersifat sementra Perpindahan penduduk yang bersifat sementara disebut mobilitas sirkuler.
                 Macam-macam mobilitas sirkuler antara lain:
  1. Mobilitas ulang-alik atau mobilitas harian, Mobilitas ini bersifat rutin dan dilakukan setiap hari, misalnya penduduk yang tinggal di desa atau pinggiran kota. Pada pagi hari ke kota untuk bekerja dan sore pulang ke desa.
  2. Mobilitas bermusim, yaitu perpindahan penduduk yang dilakukan secara bermusim dan bersifat sementara, misalnya para buruh tani yang tetap tinggal di desa selama ada kegiatan pertanian di pedesaan dan ketika tidak ada kegiatan pertanian di desa mereka pergi ke kota untuk mencarai nafkah tambahan.
2. Mobilitas Penduduk Permanen (Migras)

Mobilitas Penduduk Permanen adalah perindahan peduduk dari suatu tempat ke tempat lain melampai batas Negara atau administrasi (batas bagian) suatau negara dengan tujuan menetap. Migrasi dapat dibedakan menjadi dua.
1) Migrasi Intenasional (Migrasi antar negara)
Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. M igrasi internasional meliputi tiga hal.
  1. Imigrasi adalah masuknya penduduk ke suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap di negara yang didatangi. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran, contohnya orang Australia datang ke Indonesia.
  2. Emigrasi adalah keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap di negara yang dituju. Orang yang melakuakan emigrasi disebut emigran.
  3. Remigrasi atau repatriasi adalah perpindahan penduduk untuk kembali ke tanah airnya (negara asalnya).
2) Migrasi nasional (migrasi lokal)
Migrasi nasional migrasi lokal adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam satu wilayah negara. Pola migrasi nasional antara lain.
a. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar. Orang yang melakukan urbanisasi disebut urban,
contohnya orang-orang dari pedesaan pergi ke kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogjakarta, dan Bandung.


 


Siklus Hidrologi


Pengeertian Siklus hidrologi
 
Siklus hidrologi (siklus air) terjadi karena adanya radiasi matahari menyebabkan air yang ada di laut maupun di darat mengalami penguapan. Uap air tersebut akan mengalami kondensasi sehingga membentuk titik-titik air yang kemudian disebut awan. Titik-titik air yang berupa awan ini akan saling bertumbukan sehingga menjadi titik-titik yang lebih besar karena adanya pengaruh konveksi maupun adveksi. Akibat karena gaya berat, titik-titik air tersebut jatuh sebagai hujan. Air hujan yang jatuh sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir ke permukaan tanah yang akhirnya akan menuju ke laut. 

Siklus air dapat dibedakan menjadi berikut ini:
  1. Siklus Pendek
Penguapan yang terjadi di laut akan mengalami kondensasi sehingga membentuk awan dan jatuh sebagai hujan di atas permukaan air laut.
  1. Siklus Sedang
Penguapan air yang terjadi di darat dan di laut akan mengalami kondensasi sehingga membentuk awan. Awan kemudian terbawa angin ke darat dan akhirnya jatuh sebagai hujan, sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian akan mengalir di permukaan yang akhirnya menuju ke laut.
  1. Siklus Panjang
Penguapan yang terjadi di darat dan di laut akan mengalami kondensasi sehingga membentuk awan kemudian mengalami pengkristalan sehingga jatuh sebagai hujan salju atau hujan es. Salju dan es kemudian akan menumpuk di atas permukaan lahan dan pada musim semi akan mulai mencair. Es dan salju yang mencair akan mengalir di permukaan lahan dan merusak dalam tanah yang akhirnya air kedalam tanah yang akhirnya air tersebut akan sampai ke laut.